Pada saat itu tahun 2002 gak tau apa yang ada dipikiranku aq kepingin sekolah di luar negeri karena kebetulan saya menasehati anak boss karena sedang bingung memilih sekolah, akhirnya sambil ngobrol2 saya kasih masukan dan saya pengaruhi untuk sekolah diluar negeri dan diapun akhirnya mau menerima saran saya, akhirnya diapun berangkat ke Canada dan sekolah disana. Setelah selang waktu beberapa hari kemudian tiba2 saya dipanggil Boss dan ditanya, apakah kamu mau ikut test ke Jakarta langsung saya jawab siap dengan senang hati dan bos meyerahkan beberapa lembar regestrasi yang saya baca dari JICA perwakilan, setelah melalui testing lewat fax akhirnya Alhamdulliah aq Lulus ujian dan berhak ikut pelatihan dan test lanjuatan dijakarta. Setelah dijakarta ditampung dihotel bintang 3 yaitu di Mercury Hotel, ya maklum pulalah saya kurang berpengalaman tidur dihotel mewah, kami selama 2 minggu dilatih dan ditest dengan metode Jepang dengan sangat keras dari jam 8 hingga malam, setelah saya berkenalan dengan temen2 eh ternyata yang hadir sejumlah 29 orang semuannya rata2 perlente dan punya jabatan rata2 Direktur dan Manager, awal2 perkenalan saya lebih banyak diam karena aq ingin tahu dan menjajaki kemampuan intelektualnya dan kemampuan Akademisnya . Setelah aq bisa meraba kemampuan mereka aq mulai angkat bicara dan aktif dalam mengikuti pelatihan ya ternyata kemampuanku dengan keyakinanku tidak kalah dari mereka, pulang dari pelatihan aq istirahat dihotel dan pada malam harinya aku terus sholat malam ” Memohon pada Alloh Agar aq bisa terpilih mewakili Jatim ke Jepang” bahkan ada temen dari jember sempat mengejek aq wah Nang kok sholat malam terus …….? ya aku jawab formal aja. Waktu semakin berlalu diujung hari Test dan sering diumumkan dari 29 orang ini akan diambil 11 orang karena yang 4 orang dari instansi pemerintah. Dalampendidikan tersebut banyak aq mendapatkan gemblengan dan pada waktu itu bulan September 2002 ternyata kita sudah banyak mengalami ketinggalan zaman karena produk yang merupakan standardisasi mereka sudah banyak persyaratan dari Kualitas mengenai proses penanganan dalam pertanian termasuk pemakaian pestisida dan lain2, Di Jakarta memang yang diajarkan sangat terbatas karena waktu hanya 1 minggu, setelah selang waktu berakhir aq pulang ke Tulungagung dan menunggu hasil testting. Selama waktu menunggu PENGUMUMAN siapa yang akan dikirim ke Jepang seingatku saat itu bulan puasa, jadi selama bulan puasa aq terus menerus sholat Hajat dimalam hari dan seingatku tidak pernah bolong yang intinya minta kepada Alloh agar aq bisa ikut sekolah dijepang. Dipabrik orang2 kantor banyak yang mencibir mereka biasa bilangnya aneh2 dan mengejek ” Nang kamu memang bisa lulus ke jakarta tapi tak mungkin kamu bisa Lulus sampai ke Jepang ” aq diam aja dan dalam benak saya hanya Alloh yang memberikan terbaik buat aq dan Alloh tahu Doa dan permohonanku. Tetapi aq terus Semangat – semangat dan berdo’a terus menerus…. ( bersambung )
SEMANGAT DAN DO’A MENGANTARKAN SAYA BELAJAR KE JEPANG
September 18, 2008 · 1 Komentar
Kategori: Berbagi pengalaman
Ditandai: PENGALAMAN DI JEPANG, SEMANGAT DAN DO'A YANG LUAR BIASA
1 response so far ↓
nanangwem // September 18, 2008 pada 1:41 am |
Okey,………majulah